Keping-keping doa ku

Ya Allah , peliharalah diriku dari kebiasaan tidak suka pada hal2 jelek, menurut pandanganku, karena ini membuatku angkuh dan merasa selalu benar.

 

 

Berilah hamba kelembutan hati  ya Allah, supaya hamba dapat lebih dekat dengan MU ya RABB. Hamba ingin lebih sujud kepada MU ya Allah, hamba ingin selalu sehat lahir maupun batin agar dapat lebih sujud dengan MU , ya Allah.

 

 

 

Ampunilah ya Allah dosa dan kesalahan hamba selama ini , termasuk dosa dan kesalahan karena sering tidak suka pada hal-hal jelek yang dilakukan orang lain, karena hal itu berarti hamba telah menghakimi orang lain, yang seharusnya itu adalah kekuasaan MU ya Allah……………………

 

 

 

Ya Allah jauhkanlah hamba dari kejengkelan yang sering datang dalam hati kami, dekatkanlah hamba dengan kesabaran MU setiap saat ya Rabb…

 

 

 

Ya Allah hamba ingin lebih sujud dan dekat kepada MU, lewat kuwajiban hamba mengasuh dan menemani anak hamba. Berikanlah hamba, anak serta menantu dan cucu-cucu hamba selalu kekuatan dan kesehatan lahir batin di jalan MU……………

 

 

 

Ya Allah, kebiasaan menyelesaikan segala sesuatu sendiri ternyata malah membuatku lupa kekuasaan, kebesaran, kerahiman MU. Tolonglah hamba  ya Allah, agar selalu ingat kepadaMU  dalam kondisi apapun. Berkahilah hidup hamba……

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

“siap kesana”

menjadi tua

ternyata

asyik juga

…………….

andaikan naik tangga

makin ke atas tempatnya

ketika menengok bawah sana :

mendesah lega

aku sudah lampaui itu semua

……………………….

menjadi tua

banyak seninya

dan pilihannya pula

………………….

ter gores ini semua

setelah menyaksikan pelepasan purna

sahabat sejawat yang tersenyum sehat ceria

bangga

untuk hari tua

yang telah menunggunya.

 

Posted in Uncategorized | 2 Komentar

“perjalanan malam untuk anak ku”

Jam setengah 2 siang  masih di sekolah ketika anak ku sms ‘masuk angin’. Cepat-cepat aku pulang,sampai rumah jam 2 an. Setelah  sholat  yang tergesa-gesa,  jam setengah 3 lebih 5 menit aku sudah di atas bis jurusan semarang .

Setengah 6 disambut hujan deras, aku turun di pertigaan Tirboyo.Bis jurusan semarang Yogya sudah gak ada jadi kalau mau ke Yogya harus lewat Solo.Aku termangu-mangu.

Ditengah hujan deras yang mengguyur sebagian badan dan kebingungan apakah berani malam-malam ke yogya lewat solo, ada bis jurusan Rembang melintas di depanku; maka aku putuskan pulang  saja sambil memberitahu anak ku yang iba padaku menyetujui keputusan pembatalan ke yogya. “Iya ibu pulang saja kasihan, aku tidak apa-apa  kok setelah di ‘uap’ di rumah sakit tadi. Sekarang agak enak hanya sedikit sesak nafas aja”. begitu tulisnya di sms.

Didalam bis yang nyaman, bersih dan bagus karena baru rakitan nya; tiba-tiba aku sedih dan  muncul kebingungan lagi apakah aku tega membiarkan anak ku sakit semalam ini. Kalaupun sekarang  aku balik  besuk harus berangkat lagi…….

Akhirnya aku berdiri, berjalan ke dekat sopir dan  aku minta diturunkan padahal tiket belum ada seperlima terlampaui. Kulirik jam setengah 7 kurang. Berdiri sendiri di pinggir jalan gelap agak menciut hatiku walaupun masih sore; jadi ku datangi sebuah warung rokok dan permisi menunggu bis disitu. Tidak terlalu lama sebuah patas jurusan pemalang lewat dan mau mengangkut ku sampai terminal semarang.

Masih di tengah hujan aku turun yang kedua kali di pertigaan Terboyo. Tidak terlalu lama menunggu datang  patas  jurusan solo yang nyaman……Aku pilih tempat yang aman – tidak jauh dari sopir. dan ku nikmati perjalanan dengan seribu satu pikiran, lamunan, serta angan-angan.

Jam setengah sepuluh kurang sepuluh, sampai di kartosuro. Cuaca tidak hujan.Aku turun dari bis bergaya ‘pe-de’, menyeberang jalan besar dan mengambil tempat aman bagi seorang wanita yang sendirian malam-malam. Perjalanan solo – yogya ternyata sangat singkat dan sangat menyenangkan.

Bis telah menurunkan aku di  Yogya  jam setengah 11. Setelah menawar taksi pertama tidak berhasil, taksi kedua membawa ku ke tempat kos anak ku. Dengan bantuan teman se kos nya; aku dibukakan pintu gerbang dan masuk ke kamar anak ku yang terbaring agak ter sengal-sengal nafasnya serta badan demam…………………………….


Posted in kisah | Tinggalkan komentar

DOA LANSIA ( warisan ibuku)

“Ya Allah. ya Tuhanku”

“Engkau yang paling tahu, bahwa aku semakin tua dan satu saat akan menjadi jompo. Tuhan, ajarkanlah padaku agar dapat menerima nya dengan ikhlas.

Peliharalah diriku agar jangan menjadi nenek-trembel yang ngoceh dan ngomel sepanjang hari, dan hindarkanlah daku , ya Allah, dari kebiasaan buruk untuk mengomentari segala-galanya.

Ya Allah, hilangkanlah kecenderunganku untuk selalu mencampuri urusan orang lain. Jadikanlah aku suka berfikir tetapi tidak selalu memaksakan pendapat. Dan jadikanlah daku suka menolong, tanpa memaksakan kehendak.

Aku tahu ya Allah, bahwa aku amat banyak pengalaman hidup, dan sayang sekali apabila pengalaman berharga itu tidak diturunkan. Namun Engkau tahu , orang muda juga ingin mempunyai pengalaman sendiri, dan aku lebih suka bersahabat dengan mereka.

Ya Allah , janganlah aku sibukkan diri dengan urusan tetek bengek, tetapi mantapkanlah diriku di dalam ke taqwaan kepada Engkau, agar aku dapat memisahkan yang pokok dari yang sampingan.

Ya Allah, kuncilah mulutku dari keluhan susah dan sakit sekalipun sakitku semakin menjadi. Aku ingin lulus ujian sabar Mu itu. Dan berkahilah diriku dengan daya kasih sayang yang cukup, agar aku mampu mendengarkan keluhan orang. Tolonglah daku mendengarkan mereka dengan sabar dan pengertian. Dan cukupkanlah kesadaran pada diriku bahwa  aku manusia biasa yang sewaktu-waktu bisa keliru.

Y Allah ya Tuhanku, janganlah membiarkan hatiku kerdil karena dengki dan iri, maka aku akan mudah memaafkan siapa saja. Tolonglah daku menikmati kehidupan yang Engkau berikan kepadaku ini dengan segala berkah dan kekayaan MU, amiiin.”

Posted in lesson | 2 Komentar

Mana ‘darah dagangnya’?

Dalam kebingungannya mencari pekerjaan, anakku bilang:” Ibu, aku mau belajar berdagang.” “Berdagang? Berdagang apa nak?”, begitu responku penuh keheranan karena keluarga kami bukan keluarga yang mempunyai darah pedagang. Semua adik-adik bapak, saudara-saudara ibu adalah pegawai negeri: ada yang guru, pegawai kantor , pegawai perusahaan , dokter, atau petani. Jadi menurutku kami termasuk orang yang tidak bisa berdagang karena bukan keturunan pedagang.

Ternyata apa yang dilakukan anakku adalah membeli kerudung. Kemudian kerudung-kerudung itu dijual lagi lewat beberapa  teman. Pada awalnya dia membeli kerudung kurang lebih 30 buah. Alhamdulillah habis, bahkan ada  pesanan kerudung dengan  warna dan model tertentu. Dia kembali melakukan aktifitas seperti awal, ditambah mencari  kerudung-kerudung sesuai pesanan. Aku sangat gembira melihat keinginan dia melakukan sesuatu terpenuhi.

Suatu ketika, batas maksimal penawaran kerudung sampai pada masanya. Kurang lebih sepuluh kerudung kembali karena tidak ada yang berminat. Sampai berhari-hari kerudung itu teronggok di atas meja kecil disudut kamarku. Sementara anakku sudah kembali ke-kos nya. Setiap saat aku melihat kerudung-kerudung itu hatiku sedih. Aku sedih bukan karena barang yang tidak laku dan uang yang tidak kembali atau merugi, tetapi aku merasa sedih dengan terhentinya usaha kecil-kecilan anakku. Ada terbersit rasa cemas kalau anakku kecewa,bersedih dan putus asa dengan terhentinya usaha yang baru dia awali ini. Itulah mungkin karena ke tidak-ada an darah dagang dalam diriku. ‘Belum-belum’ ( begitu orang Jawa bilang ) , sudah ketakutan, ‘belum-belum’ sudah mau menyerah. Lagi pula berdagang tidak laku itu adalah bagian dari perjalanan, disitu seninya, begitu kata orang. Tidak ada pedagang yang untung dan laku terus. Ada masa-masa sepi, ada kalanya merugi. Hal itulah yang sama sekali ‘asing ‘ bagiku. Tidak pernah terbayangkan.Maunya, harapannya laku semua, untung setiap saat……

Terdorong segala rasa yang aku utarakan di atas, akhirnya aku bawa dan aku tawarkan kerudung sisa itu ke teman-temanku. Ternyata mendapat sambutan bagus sehingga kerudung-kerudung itu habis. Seperti yang pernah dialami anakku, sekarang aku balik mendapat banyak pesanan. Anak ku senang bukan main. Ketika aku cerita bahwa harga kerudungnya aku murahkan, anakku terkejut bukan main dan dengan sedikit marah dia bilang:” Aduuuh ibu……..gimana ibu ini, bener -bener gak profesional dech ibu.” Aku diam saja merasa bersalah.”Kalau begini caranya bakalan merusak harga ibuu…begitu dia melanjutkan penyesalannya. Aku merasa bersalah dan baru menyadari kalau apa yang aku lakukan akan berdampak merusak harga bagi barang berikutnya. Hal seperti itu sama sekali tidak ada dalam pikiranku. Yang ada hanya ‘kasihan, kasihan dan kasihan’ saja; kok kerudungnya tidak laku. Dari pada teronggok, kan lebih baik ditawarkan dengan harga lebih murah dari harga awal. “Kan sering ada juga banting harga’” begitu pikirku .

Memang, pada mulanya aku berniat tidak ikut aktifitas penjualan. Selain ‘tidak tegaan’ aku juga ‘sungkan’ karena di tempat kerjaku sudah banyak teman-teman yang melakukan hal serupa dengan barang serupa. Maksudku sudah banyak teman-teman yang menawarkan kerudung di tempat kerjaku, jadi aku tidak enak menyaingi mereka. Lagi-lagi pemikiran sempit orang yang tidak berjiwa pedagang: takut bersaing.

Berbekal pengalaman di atas dan keinginan memperbaiki kesalahan, aku mulai lagi kegiatan membantu anakku dengan bersemangat. Sebagai seorang ibu aku menasehati dia :” Jangan terlalu lama menyesali kegagalan, siapa tahu itu merupakan awal keberhasilan besar”.

Ada kata bijak yang bunyinya: Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka tetapi kita seringkali terlalu lama memandang dengan kecewa pintu yang tertutup itu sehingga kita tidak melihat pintu yang terbuka bagi kita.

Posted in kisah, Uncategorized | 8 Komentar

harapan dalam SERTIJAB……

Tanggal 1 Mei 2010 SMA Negeri 2 Rembang mencatat momen penting: Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah dari ibu Dra. Edi Sulistiati kepada kepala sekolah pengampu – plt – bapak Setya Purwoko kepala SMA Negeri 1 Rembang.

Ibu Dra. Edi Sulistiati menjalani masa pensiun setelah menjabat sebagai Kepala SMA negeri 2 Rembang selama kurang lebih 2 thn. Sebuah masa yang sangat pendek, dimana beliau mengibaratkan kalau sebuah pesawat akan tinggal landas, masa yang beliau jalani adalah masa ‘mengitari landasan’. Belum sampai meninggalkan landasan. Jadi “sama sekali belum apa-apa” begitu beliau mengibaratkan keberadaan singkat beliau di SMA Negeri 2 Rembang itu.

Kenangan dan kesan pribadi aku miliki terhadap beliau. Beliau termasuk teman lama, salah satu orang-orang pertama yang ku kenal waktu aku datang ke kota Rembang 35 tahun yang lalu. Usia beliau 2 tahun di atas ku tetapi pengangkatan sebagai pegawai negeri 1 tahun sesudah ku. Beliau mengenal betul masa bujang ku, beliau juga kebetulan termasuk orang yang men suport ku ketika aku menjumpai masalah dengan Kepala Sekolah sekitar awal tahun 90′an.

‘Bu Ed’ begitu panggilan akrab beliau adalah sosok yang sederhana baik dalam penampilan maupun tutur katanya.Bagiku beliau adalah sosok pengayom yang menentramkan. Bu Ed juga seorang pekerja keras, yang mau menyesuaikan dengan jaman. Kalau sebagian wanita seumur beliau di kota kecil seperti Rembang tidak mengenal komputer karena malas belajar, beliau bukan tipe begitu……dengan self study dan ter’tatih-tatih’ beliau akhirnya bisa memanfaatkan kecanggihan komputer.

Harapan kita semua adalah semoga bu Edi selanjutnya dapat menjalani masa pensiun dengan bahagia di tengah suami, anak2 dan cucu2. Dan semoga SMA Negeri2 Rembang dapat melanjutkan derap langkahnya membimbing siswa kemasa depan gemilang yang penuh berkah bersama semua guru dan karyawan nya. amin.

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

Mantapkan Langkah

Doa masih terus melantun, harapan untuk sebuah sukses dalam ujian akhir masih berlanjut walaupun syukur alhamdulillah selesai sudah tahap pertama, UAN, dengan tanpa aral rintangan hari ini.

Sebuah pelajaran mestinya menjadi bekal KITA SEMUA, bahwa persiapan, usaha sebelumnya itu mutlak untuk sebuah CITA-CITA.

Jangan biarkan pengalaman tak enak, was2 yang berlebihan -  tegang yang tiada terkira – emosi yang hampir tak terkendali – kecil hati yang melanda sampai ubun kepala, terulang kembali di masa akan datang.

Semboyan:  “DO OUR BEST AND LET GOD FINISH THE REST” bisa menenangkan hati, jika KITA mau menggunakan logika. Selamat melanjutkan perjalanan dengan jiwa dan raga yang sehat sejahtera. Good Luck!!

Posted in Uncategorized | 8 Komentar

QUE SERA SERA………..

Tanggal 20 April sampai 24 April anak-anak kelas 12 ujian nasional. Hari-hari di akhir minggu ini sangat tegang bagi mereka. Dan alhamdulilllah kemarin ditutup dengan istighosah bersama di aula sekolah.

Bagi yang udah pernah mesti ingat kan, masa-masa begini?

Sebelum hari kemarin, saya bingung setiap masuk keals, mau tak kasih apa ya anak-anak kealas 12 ini? Diberi soal udah kelewat buanyaak, diterangkan udah ga ada bahan baru, di tanyai mereka bengooong …ga bisa jawab.

Dari pada pusing saya bilang : “ayo nyanyi aja! Nich saya beri lagu buat dinyanyiin setelah Ujian dan untuk kenang2 an sampe jadi ibu2 dan bapak2 heheh……….”

Dan akhirnya nyanyi deh kita bareng-bareng:

Que Sera Sera

When I was just a little girl/boy/child

I asked my mother:

“What will I be? Will I be pretty? Will I be rich?”

Here’s what she said to me:

“Que sera sera whatever will be will be.

The future’s not ours to see

Que sera sera. What will be will be”

When I was just a child in school

I asked my teacher:

“What will I try? Should I paint pictures? Should I sing songs?”

This was her wise reply:

“Que sera sera whatever will be will be.

The future’s not ours to see

Que sera sera. What will be will be”

When I grew up and fell in love

I asked my sweetheart:

“What lies ahead? Will we have rainbows day after day?”

Here’s what my sweetheart said:

“Que sera sera whatever will be will be.

The future’s not ours to see

Que sera sera. What will be will be”

Now I have children of my own.

They ask their mother:

“What will I be? Will I be handsome? Will I be rich?
I tell them tenderly:.

“Que sera sera whatever will be will be.

The future’s not ours to see

Que sera sera. What will be will be”

Nah syiiiik ………….kan?

Posted in Uncategorized | 15 Komentar

bisa enggak?

Saya sangat menyukai bepergian. “My hobby is travelling”. Sejak kecil kalau ada anggota keluarga akan meninggalkan rumah, apalagi bapak atau ibu , tentu saya “nderek”( bhs. Jawa, artinya ikut). Ibu saya sering mengatakan :”bocah kok pairek”. Dan saya dipanggil “pairek”, anak yang sukanya ikut siapa saja, kemana saja .

Usia bertambah, makin tua, tetapi hobi bepergian masih saja. Hanya bedanya sekarang saya bisa pergi sendiri, kemana saja tidak harus menjadi “pairek” Karena tidak mempunyai kendaraan sendiri, saya pergi kemana mana naik kendaraan umum. Di dalam kendaraan saya bisa tidur, terutama kalau jaraknya cukup jauh.Tidak ada rasa was was sedikitpun dalam menumpang kendaraan. Bahkan sebaliknya saya sangat menikmati perjalanan. Apalagi kalau saya mendapat tempat duduk di bagian depan dekat dengan sopir.Serasa naik kendaraan pribadi.

Sering terlintas dalam benak saya, jika dalam hidup saya dapat mempunyai perasaan senyaman, seaman, senikmat, seindah apa yang selalu saya rasakan jika saya bepergian naik bis alangkah ringannya beban saya. Kalau kehidupan ini kita samakan dengan kendaraan yang akan menuju kesuatu tempat, Allah menjadi sopir kendaraan kehidupan kita dan kita dapat sepasrah penumpang bis umum kepada sopirnya, alangkah bahagianya. Dan memang begitulah semestinya, perasaan kita terhadap apa saja yang terjadi dalam hidup ini. Berpasrahlah kepada sopir hidup kita, Allah SWT, seperti pasrahnya penumpang bis umum kepada sopirnya.

Posted in Uncategorized | 8 Komentar

1 Januari, ngapain?

gak pesta, gak kemana-mana, tapi saya bergembira dengan mengirim dan menerima SMS yang penuh dengan doa dan harapan terbaik buat hari-hari di tahun 2009.

—-dari alumni tahun 1986,

Life is like a book. Everyday has a new page with things to be written & be remembered. May you have best chapter on your days with success, kindness, forgiveness and love to each other, HAPPY  NEW YEAR 2009.                                                                                                                                                          (Rh.Wyd)

—-dari alumni 1976,

Wah mbak TUTIK. Slmt th 09 jg. Smga hidayah & bewrkahsenantiasa tercurah kpd kita & klga. Emin. Anak sy sdh lulus(FHUI) & kerja…Rasanya sy makin tua aja..Yg penting sehat ya mbak.. he..he.. Salam n Tks.

( Bdyn.S)

NB. ga mau panggil bu, tapi mbak……….

—-dari alumni 1986,

Ass Wr Wb

Tulusing raos, sucining penggalih, handadosaken sirnaning sedoyo dosa kalepatan ingkang sampun kalampah. Gumanti rumketing silaturrahim kawiwitan ing warso enggal 1 Januari 2009 kanti pangajab mugi Gusti Kang Murbeng Dumadi Allah SWT tansah paringRidhlo lan Berkah dumateng kito sami…………Amin. Wassalam.

(Ip.pryn)

—-dari alumni tahun 1980 an,

Mugi2 ibu penaringan sehat wal afiat, Amin.

(Sgnt)

—–dari sahabat,

h py new year, wish y n fam all d best.

(Wwk)

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar