Mantapkan Langkah

Doa masih terus melantun, harapan untuk sebuah sukses dalam ujian akhir masih berlanjut walaupun syukur alhamdulillah selesai sudah tahap pertama, UAN, dengan tanpa aral rintangan hari ini.

Sebuah pelajaran mestinya menjadi bekal KITA SEMUA, bahwa persiapan, usaha sebelumnya itu mutlak untuk sebuah CITA-CITA.

Jangan biarkan pengalaman tak enak, was2 yang berlebihan -  tegang yang tiada terkira – emosi yang hampir tak terkendali – kecil hati yang melanda sampai ubun kepala, terulang kembali di masa akan datang.

Semboyan:  “DO OUR BEST AND LET GOD FINISH THE REST” bisa menenangkan hati, jika KITA mau menggunakan logika. Selamat melanjutkan perjalanan dengan jiwa dan raga yang sehat sejahtera. Good Luck!!

QUE SERA SERA………..

Tanggal 20 April sampai 24 April anak-anak kelas 12 ujian nasional. Hari-hari di akhir minggu ini sangat tegang bagi mereka. Dan alhamdulilllah kemarin ditutup dengan istighosah bersama di aula sekolah.

Bagi yang udah pernah mesti ingat kan, masa-masa begini?

Sebelum hari kemarin, saya bingung setiap masuk keals, mau tak kasih apa ya anak-anak kealas 12 ini? Diberi soal udah kelewat buanyaak, diterangkan udah ga ada bahan baru, di tanyai mereka bengooong …ga bisa jawab.

Dari pada pusing saya bilang : “ayo nyanyi aja! Nich saya beri lagu buat dinyanyiin setelah Ujian dan untuk kenang2 an sampe jadi ibu2 dan bapak2 heheh……….”

Dan akhirnya nyanyi deh kita bareng-bareng:

Que Sera Sera

When I was just a little girl/boy/child

I asked my mother:

“What will I be? Will I be pretty? Will I be rich?”

Here’s what she said to me:

“Que sera sera whatever will be will be.

The future’s not ours to see

Que sera sera. What will be will be”

When I was just a child in school

I asked my teacher:

“What will I try? Should I paint pictures? Should I sing songs?”

This was her wise reply:

“Que sera sera whatever will be will be.

The future’s not ours to see

Que sera sera. What will be will be”

When I grew up and fell in love

I asked my sweetheart:

“What lies ahead? Will we have rainbows day after day?”

Here’s what my sweetheart said:

“Que sera sera whatever will be will be.

The future’s not ours to see

Que sera sera. What will be will be”

Now I have children of my own.

They ask their mother:

“What will I be? Will I be handsome? Will I be rich?
I tell them tenderly:.

“Que sera sera whatever will be will be.

The future’s not ours to see

Que sera sera. What will be will be”

Nah syiiiik ………….kan?

bisa enggak?

Saya sangat menyukai bepergian. “My hobby is travelling”. Sejak kecil kalau ada anggota keluarga akan meninggalkan rumah, apalagi bapak atau ibu , tentu saya “nderek”( bhs. Jawa, artinya ikut). Ibu saya sering mengatakan :”bocah kok pairek”. Dan saya dipanggil “pairek”, anak yang sukanya ikut siapa saja, kemana saja .

Usia bertambah, makin tua, tetapi hobi bepergian masih saja. Hanya bedanya sekarang saya bisa pergi sendiri, kemana saja tidak harus menjadi “pairek” Karena tidak mempunyai kendaraan sendiri, saya pergi kemana mana naik kendaraan umum. Di dalam kendaraan saya bisa tidur, terutama kalau jaraknya cukup jauh.Tidak ada rasa was was sedikitpun dalam menumpang kendaraan. Bahkan sebaliknya saya sangat menikmati perjalanan. Apalagi kalau saya mendapat tempat duduk di bagian depan dekat dengan sopir.Serasa naik kendaraan pribadi.

Sering terlintas dalam benak saya, jika dalam hidup saya dapat mempunyai perasaan senyaman, seaman, senikmat, seindah apa yang selalu saya rasakan jika saya bepergian naik bis alangkah ringannya beban saya. Kalau kehidupan ini kita samakan dengan kendaraan yang akan menuju kesuatu tempat, Allah menjadi sopir kendaraan kehidupan kita dan kita dapat sepasrah penumpang bis umum kepada sopirnya, alangkah bahagianya. Dan memang begitulah semestinya, perasaan kita terhadap apa saja yang terjadi dalam hidup ini. Berpasrahlah kepada sopir hidup kita, Allah SWT, seperti pasrahnya penumpang bis umum kepada sopirnya.

1 Januari, ngapain?

gak pesta, gak kemana-mana, tapi saya bergembira dengan mengirim dan menerima SMS yang penuh dengan doa dan harapan terbaik buat hari-hari di tahun 2009.

—-dari alumni tahun 1986,

Life is like a book. Everyday has a new page with things to be written & be remembered. May you have best chapter on your days with success, kindness, forgiveness and love to each other, HAPPY  NEW YEAR 2009.                                                                                                                                                          (Rh.Wyd)

—-dari alumni 1976,

Wah mbak TUTIK. Slmt th 09 jg. Smga hidayah & bewrkahsenantiasa tercurah kpd kita & klga. Emin. Anak sy sdh lulus(FHUI) & kerja…Rasanya sy makin tua aja..Yg penting sehat ya mbak.. he..he.. Salam n Tks.

( Bdyn.S)

NB. ga mau panggil bu, tapi mbak……….

—-dari alumni 1986,

Ass Wr Wb

Tulusing raos, sucining penggalih, handadosaken sirnaning sedoyo dosa kalepatan ingkang sampun kalampah. Gumanti rumketing silaturrahim kawiwitan ing warso enggal 1 Januari 2009 kanti pangajab mugi Gusti Kang Murbeng Dumadi Allah SWT tansah paringRidhlo lan Berkah dumateng kito sami…………Amin. Wassalam.

(Ip.pryn)

—-dari alumni tahun 1980 an,

Mugi2 ibu penaringan sehat wal afiat, Amin.

(Sgnt)

—–dari sahabat,

h py new year, wish y n fam all d best.

(Wwk)

KKN 2X….lhooo.

Siang sekitar jam 12 an  saya berurusan dengan bank . Seperti nasabah yang lain saya menunggu giliran sambil melamun karena orang yang saya tunggu malah sibuk mengobrol. Maksud saya urusan resminya sepertinya sudah selesai tetapi mereka masih berbincang-bincang dengan gembira. Mereka tidak sadar kalau ada orang lain yang menunggu giliran juga.

Tiba-tiba salah satu pintu ruang terbuka dan seorang pegawai bank yang berdasi, wah tentu “pejabat”, lewat di depanku. Lho……….. orang tersebut berhenti dan menyapa saya. Ternyata dia adalah murid dua puluhan tahun yang lalu.

Gampang ditebak selanjutnya , kan!

Saya mendapat bantuan khusus, diajak ke ruangnya dan dilayani apa yang saya perlukan yaitu membuka rekening tabungan baru.Tidak usah mengantri, dihormati sebagai tamu khusus.Yang membuat hati bangga menjadi seorang guru……………

Sore harinya, jam 3 lebih sedikit saya meluncur pulang setelah memberi pelajaran tambahan bagi kelas XII. Agak tergesa-gesa karena jam setengah 4 harus sudah siap memberi Les di rumah.

Tiba-tiba di depan ada kerumunan yang ternyata operasi surat-surat kendaraan. Polisi banyak yang bertugas, lebih dari tujuh orang. Saya menepi setelah di stop oleh pak polisi. Saya turun dari kendaraan dan bersiap mengeluarkan SIM  dan STNK.

Polisi lain yang sudah saya kenal datang. Dia komandan operasi ini mungkin, pangkatnya IPTU- orang ke dua di jajaran Lantas setempat. Sambil  tersenyum, dia mengacungkan tangan mengajak berjabat tangan. Dia murid saya tahun 1986 an. Dia mempersilahkan bekas gurunya ini melanjutkan perjalanan sambil minta maaf sebagai basa basi.

Bersyukur, gembira, bangga, puas…………….Inilah yang namanya hati berbunga-bunga. Sehari ini dua kali saya menikmati “KKN”

T..P..T..M.. = S..M..P..S

Siswa kelas XII sudah mulai pulang sore. Mereka harus mengikuti program sekolah untuk jam tambahan mulai November sampai Maret tahun depan. Lima bulan!

Kasihan………..wajah mereka nampak kuyu-kuyu jika meninggalkan halaman sekolah pada pukul 4 sore. Mestinya mereka harus mendapat makanan ekstra yang dapat mendukung kesegaran badan serta otak. Para siswa itu tidak sakit, mereka sehat. Tetapi tanpa vitamin atau makanan tambahan otak tidak dapat bekerja maksimal,Mengantuk, mengantuk dan mengantuk itulah yang mereka rasakan!

Mana bisa matematika, fisika, akuntansi dan pelajaran-pelajaran berat mereka ikuti tanpa otak yang segar?

Makanya TPTM dong : Tambah Pelajaran Tambah Makan dan hasilnya akan SMPS- Sehat Mudeng Pinter Sukses.

amiiin.

1 – 0

bu mur adalah guru senior yang bijak dan sabar. pak mun guru senior idola penuh humor.kedua-duanya tinggal sekitar 4 tahun lagi memasuki masa pensiun. bener-bener guru tua………….

mereka berdua menjaga test mid-semester di satu ruang. tentunya segala sesuatu berjalan mulus, maksudnya semua siswa tentu akan mengerjakan dengan tenang; kalaupun mereka berbisik-bisik tentunya pakai irama. karena penjaganya guru-guru senior idola, dilihat dari jam terbang pengabdian serta kepribadian mereka berdua yang menyenangkan………..

ternyata, hari ini mereka sempat membuat seorang siswa menangis…………..

kenapa?

“lembar jawab tak ambil dan tak ganti lembar jawab kosong……………………” kata bu mur

“diperingatkan cuek, setelah diambil beneran nangis. hehehe…..gak main tu anak!” lanjut pak mun.

Semu…………….


Pengumuman akan diadakannya lomba keindahan dan kebersihan kelas serta lingkungan bergaung di sekolahku. Para siswa jadi sibuk seketika. Mereka sangat antusias menyiapkan kelas mereka. Tidak tampak segan bekerja lembur seusai jam pelajaran, bahkan sampai menjelang sore.

Para guru sangat senang melihat tanggapan positif siswa. Sehari sebelum hari penilaian, suasana sekolah makin meriah. Disana sini muncul pot-pot tanaman yang sebelumnya tidak pernah ada, membuat suasana sekolah benar-benar indah.

Namun timbul tanda tanya dibenakku. Dan akhirnya aku luncurkan pertanyaan ” Pot-pot bagus ini disumbangkan atau diberikan ke sekolah, ya?” Ternyata jawabannya “Gak semua, bu. Disumbangkan enggak diberikan juga enggak. Pinjam aja………….” jawab murid-murid ku dengan polos, riang tanpa beban. Mereka merasa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari usaha mencari kemenangan dan wajar saja.

Oooh, aku kecewa! Kecewa melihat wajah-wajah yang memberikan jawaban tadi. Bukan karena pot-pot indah itu akan segera dikembalikan, dan bukan pula karena suasana meriah akan hilang dengan perginya pot-pot indah itu. Bukan. Aku kecewa dengan ide “tidak jujur” mereka. Ide yang menurutku akan menjadi kebiasaan yaitu : ‘pura-pura’. Mereka menghias dan membuat kelas serta lingkungan indah dengan meminjam barang demi penilaian dan harapan kemenangan.

Sebagian dari muridku, tidak semua, terbiasa melihat cara meraih sesuatu dengan tidak bijaksana…………………Tampaknya mereka tidak menyadari bahwa perbuatan semacam itu bisa terbawa sampai tua………………….

Sejak dini?

Murid-muridku mempunyai kebiasaan menjawab pertanyaan yang tidak nyambung. Tetapi karena antara si penanya dan yang ditanyai mengerti maksudnya dan bisa memaklumi, mereka tidak merasa kalau kebiasaan ini salah. Kebiasaan salah ini mengantarkan mereka pada ketidak telitian, ketidak cermatan dalam kehidupan mereka selanjutnya.

Misalnya untuk pertanyaan: ”Berapa anak yang tidak masuk hari ini?” Mereka akan menjawab : ”Rizal, Lutfi….”.Seharusnya mereka menjawab dengan jumlah, karena pertanyaan nya bukan “Siapa” melainkan “Berapa”.

Pada saat siswa tidak mendapat pelajaran karena gurunya tidak ada – istilahnya jam kosong – kalau mereka ditanya: ”Jamnya siapa?”. Dengan segera mereka akan menjawab : ”Jam kosong”. Padahal orang yang bertanya sudah tahu kalau keadaan mereka kosong, justru kosong itu si penanya ingin tahu jam siapa.

Kasus seperti di atas sering kita jumpai dalam penggunaan bahasa Indonesia sehari-hari. Ketidak cermatan anak menjawab pertanyaan dimulai sejak kecil, dimana seharusnya anak belajar bahasa dengan benar

Lebaran 2008

Dengan alumni 2005

Dengan alumni 2005

« Entri lama