Jam setengah 2 siang masih di sekolah ketika anak ku sms ‘masuk angin’. Cepat-cepat aku pulang,sampai rumah jam 2 an. Setelah sholat yang tergesa-gesa, jam setengah 3 lebih 5 menit aku sudah di atas bis jurusan semarang .
Setengah 6 disambut hujan deras, aku turun di pertigaan Tirboyo.Bis jurusan semarang Yogya sudah gak ada jadi kalau mau ke Yogya harus lewat Solo.Aku termangu-mangu.
Ditengah hujan deras yang mengguyur sebagian badan dan kebingungan apakah berani malam-malam ke yogya lewat solo, ada bis jurusan Rembang melintas di depanku; maka aku putuskan pulang saja sambil memberitahu anak ku yang iba padaku menyetujui keputusan pembatalan ke yogya. “Iya ibu pulang saja kasihan, aku tidak apa-apa kok setelah di ‘uap’ di rumah sakit tadi. Sekarang agak enak hanya sedikit sesak nafas aja”. begitu tulisnya di sms.
Didalam bis yang nyaman, bersih dan bagus karena baru rakitan nya; tiba-tiba aku sedih dan muncul kebingungan lagi apakah aku tega membiarkan anak ku sakit semalam ini. Kalaupun sekarang aku balik besuk harus berangkat lagi…….
Akhirnya aku berdiri, berjalan ke dekat sopir dan aku minta diturunkan padahal tiket belum ada seperlima terlampaui. Kulirik jam setengah 7 kurang. Berdiri sendiri di pinggir jalan gelap agak menciut hatiku walaupun masih sore; jadi ku datangi sebuah warung rokok dan permisi menunggu bis disitu. Tidak terlalu lama sebuah patas jurusan pemalang lewat dan mau mengangkut ku sampai terminal semarang.
Masih di tengah hujan aku turun yang kedua kali di pertigaan Terboyo. Tidak terlalu lama menunggu datang patas jurusan solo yang nyaman……Aku pilih tempat yang aman – tidak jauh dari sopir. dan ku nikmati perjalanan dengan seribu satu pikiran, lamunan, serta angan-angan.
Jam setengah sepuluh kurang sepuluh, sampai di kartosuro. Cuaca tidak hujan.Aku turun dari bis bergaya ‘pe-de’, menyeberang jalan besar dan mengambil tempat aman bagi seorang wanita yang sendirian malam-malam. Perjalanan solo – yogya ternyata sangat singkat dan sangat menyenangkan.
Bis telah menurunkan aku di Yogya jam setengah 11. Setelah menawar taksi pertama tidak berhasil, taksi kedua membawa ku ke tempat kos anak ku. Dengan bantuan teman se kos nya; aku dibukakan pintu gerbang dan masuk ke kamar anak ku yang terbaring agak ter sengal-sengal nafasnya serta badan demam…………………………….